Archive for the ‘Cerita Lucu’ Category


ilustrasi pos kota

SUNGGUH  terbalik-balik tatanan dunia. Di Rutan Brimob Depok Kompol Siswanto disogok Gayus sebulan Rp 50 juta. Di Wonogiri, oknum polisi justru “nyogok” Bu Guru Marsih,  40, hingga digerebek warga. Lebih celaka lagi, kalau Gayus nyamar pakai wig, Aiptu Daljito, 50, cuma kudungan kaos!

Sungguh keterlaluan Aiptu Daljito ini. Di kala institusinya disorot banyak kalangan, dia malah nambah-nambahi masalah saja. Bayangkan, dewasa ini kan Polri sedang disorot ramai, gara-gara koruptor Gayus Tambunan dapat “kemudahan” keluar dari rutan lewat uang berjut-jut. Eh, dia ikutan bikin ulah mencoreng citra polisi. Temannya di Brimob Depok kena sogok ratusan juta, dia malah gantian “nyogok” Ny. Marsih di tengah malam. Padahal perempuan yang juga guru SD ini masih memiliki suami yang sah.

Soal oknum polisi ini “menyogok” Bu Guru, sebetulnya masih sebatas dugaan saja, sebab belum ada yang menyaksikan betapa ketika Ny. Marsih berbagi cinta dengan lelaki yang bukan suaminya. Tapi berdasarkan logika, buat apa lelaki bukan muhrimnya datang bertamu tengah malam sampai berlarut-larut, sedangkan suaminya tak di rumah? Yang lazim, pastilah urusannya seputar perselingkuhan lelaki dan perempuan. Padahal yang namanya selingkuh, ujung-ujungnya pastilah soal “sogok-menyogok” yang KPK pun tak bisa intervensi.

Bahwasanya Aiptu Daljito sering bertamu larut malam ke rumah Bu Guru Marsih, memang sudah menjadi rahasia umum. Tapi selama ini Pak RT mencoba diam, dengan pertimbangan mas polisi yang bukan lagi muda ini segera sadar akan posisi dan tindakannya. Tapi yang terjadi malah kebalikannya. Makin intensif saja oknum polisi ini menyambangi di luar waktu kelaziman. Mestinya jika sekedar urusan biasa, kan bisa ketemu di siang hari, atau di kala suami ada di rumah. Lha kok ini malah sengaja di kala suami Marsih tidak di tempat. (lebih…)

Iklan

 

ilustrasi dari pos kota

DALAM usia belum 50 tahun Togap kurang bisa bicara dalam percaturan ranjang. Padahal istrinya, Maida, 41, yang sangat enerjik, masih sangat membutuhkannya. Ketika pikiran sudah buntu, dimasukkanlah “brondong” muda ke kamarnya. Tapi sial, ketika mereka memadu kasih, eh kepergok anak balitanya.

Dulu, brondong ketan atau jagung hanya kegemaran anak kecil. Tapi di era gombalisasi sekarang ini, orang dewasa pun juga banyak yang menyukai. Ny. Maida dari Buantan II Kotogasib, Lubukdalam (Riau), termasuk wanita yang  belakangan sangat mendambakan brondong muda. Tapi jangan salah, brondong yang digandrungi istri Togap ini bisa naik motor dan juga bisa nyemplak dirinya. Rasanya memang manis-manis agak gurih, gitu……

Maida memang termasuk wanita malang. Punya suami yang belum begitu tua, tapi Togap sudah tak mampu lagi membahagiakan dirinya di tempat tidur. Ibarat iklan di teve, durasinya sangat pendek. Padahal maunya Maida, bisa berjangka lama, sukur-sukur bisa bersambung minggu depan. Pernah dia protes pada suami, tapi Togak minta dimaklumi karena sudah tua. Lho kok aneh, belum 50 tahun sudah merasa tua. Padahal calon presiden, usia 60 tahun lebih masih merasa muda saja.

Pesimis bahwa Togap bisa memperbaiki stamina, Maida yang masih sangat enerjik ini mulai melirik jago lain. Lalu munculah sosok Harun, 25, yang rasanya lebih c-cocok jadi anaknya. Lelaki tetangga ini sebetulnya juga sudah berkeluarga. Tapi melihat penampilan istri Togap yang masih oke punya, rasanya sangat sayang bila dilewatkan begitu saja. Maka selagi lampu hijau menyala dengan terangnya, kenapa tidak segera masuk.

Lalu inilah yang terjadi. Ketika Togap pergi, diam-diam Harun masuk kamar Maida dan menggantikan tugas Togap selaku suami. Wooo……, hasilnya memang sangat prima dan memuaskan. Namanya juga anak muda harapan bangsa, sepak terjang Harun masih sangat lincah. Ibarat permainan sepakbola, dia sangat pintar mengolah bola. Ketika tendangan 12 pas misalnya, Ny. Maida sering kecele. Bola Harun dicegat arah kiri, eh melesat ke kanan. Gooool……….., dan istri Togap pun merem melek dibuatnya. (lebih…)