Archive for the ‘Kaum Berada’ Category


Ini lho, kiyosi sakurazuga; orang tercantik di dunia ...???

Langsung aja, saya bagi-bagi berita dah. Nih orang dapat predikat ORANG TERCANTIK DI DUNIA. Namanya Kiyosi Sakurazuka. Tapi sebenarnya siapa sih dia ? Dan seperti apa sih cantiknya, kok sampai dapat predikat seperti itu, pastinya para kaum hawa penasaran donk, seperti apa sih ORANG TERCANTIK DI DUNIA ini. Eith, ntar dulu jangan keburu cemburu nih buat kaum hawa, (maaf, mungkin kecantikan Anda yang melihat masih kalah jauh dari Kiyosi Sakurazuga,…ha…ha…kayaknya sih gitu, lha emang cuanttikkk banget sih). Tapi tak perlu khawatir predikat TERCANTIK di DUNIA yang dimaksud diatas adalah untuk COWOK. Jadi jelasnya “ORANG” itu adalah COWOK TERCANTIK DI DUNIA, he..he…jelas, kan.

Menurut sumber dari forum dia suka memakai pakaian cewek atau dalam istilah sering disebut crossdresser. Crossdresser berbeda dengan banci atau lesbi atau apalah istilah lainnya dalam transgender. Yang paling menonjol adalah kebiasaan yang mengarah kepada karakter wanita, tapi bukan dalam segi psikisnya yang merujuk pada penyakit atau kelainan seks. Jadi crossdresser adalah murni 100% cowok/cewek dalam kebiasaan fisiknya. Hanya saja karakter fisik mereka bisa benar-benar menyerupai atau bahkan bisa melebihi kondisi fisik wanita pada aslinya atau pria pada aslinya. Gampangnya lebih cantik dari perempuan atau pun lebih ganteng dari laki-laki yang sebenarnya.

Berbeda dengan  kaum banci atau gay yang nyata menunjukkan karakter kelainannya dalam kesehariannya, atau dalam bahasa gampangnya memang punya kelainan seks. Nah, ga usah panjang lebar dah, jujur saja penulis sendiri kurang begitu mengerti dunia mereka. Jika mungkin keterangan ini kurang jelas, bisa di cari dari sumber-sumber terpercaya lainya.

Nah, lebih gampangnya langsung aja liatin foto-fotonya berikut ini. Sekali lagi bagi kaum hawa jangan kaget lho kalau kalah cuantik … ha…ha… (lebih…)

Iklan

Uang memang bisa membutakan semua

Orang miskin ternyata lebih berempati dan dermawan dibanding orang kaya. Hal ini telah dibuktikan oleh sebuah studi dan dipublikasikan dalam Psychological Science.

Dalam serangkaian percobaan, penelitian menemukan bahwa masyarakat kelas bawah lebih baik saat membaca emosi di wajah seseorang. Ini menjadi satu ukuran dari akurasi empati.

Tidak hanya itu saja, penelitian sebelumnya juga menyebutkan bahwa orang dengan status sosial ekonomi rendah lebih suka membantu dan dermawan. Jadi bukan hanya akurasi empati, tapi empati itu sendiri dapat ditingkatkan oleh keadaan.

Mahasiswa postdoctoral dari Universitas California, San Francisco Michael Kraus mengatakan lingkungan kelas bawah jauh berbeda dengan lingkungan kelas atas. Mereka harus merespon sejumlah kerentanan dan ancaman sosial yang datang sehingga lebih peka terhadap emosi.

Rekan penulis, seorang profesor psikologi di University of California, Berkeley Dacher Keltner menyetujui pendapat tersebut. Hal ini karena orang dalam kelas sosial ekonomi rendah mendefinisikan hidup mereka oleh ancaman baik lingkungan, institusi dan orang lain. Salah satu strategi adaptif untuk menanggapi ancaman ini adalah dengan waspada dan hati-hati terhadap orang lain.

Dalam studi ini, Kraus dan rekannya melakukan tiga percobaan yang berbeda. Yang pertama dengan melibatkan karyawan sebuah universitas. Diantaranya ada yang bergelar sarjana dan ada yang tidak. Pendidikan berkaitan dengan status pekerjaan seseorang dan digunakan sebagai ukuran untuk kelas sosial. (lebih…)