Archive for the ‘Politik’ Category


 

"@tifsembiring Night cutie... please have swett dreams :)" by vicky vette

JAKARTA – Kontroversi mengenai salaman yang dilakukan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring dengan Michelle Obama di Twitter terus berlanjut. Kini, komentar datang dari bintang porno asal Norwegia Vicky Vette.

Vette kembali mencari sensasi di Twitter lewat ajakan mesumnya ke mantan presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Dalam pesan twitter-nya yang lain Vicky Vette menyebut, “Hmmm, I wanna get ‘handy’ with Indo’s Information Minister too! rt”.

Tak hanya itu, Vette juga menuliskan pesan langsung ke @tifsembiring dan menulis ‘Come to the USA and shake anything you want :).”

Pesan Vette ini mengundang berbagai macam reaksi dari sejumlah pengguna Twitter. Bahkan banyak yang mencaci maki pesan-pesan mesum yang dibuatnya.

Kontroversi mengenai jabat tangan antara Tifatul Sembiring dengan ibu negara Ibu Negara AS itu juga telah menghiasi sejumlah media Internasional. Aksi salaman tersebut menjadi sorotan tajam bagi sejumlah kalangan. Sebab selama ini mantan Presiden PKS itu tidak pernah mau bersalaman dengan wanita yang bukan muhrim.

Tifatul sendiri sebenarnya telah membantah melalui akun Twitternya bahwa dirinya sengaja bersentuhan tangan dengan Michelle.

“Sudah ditahan dengan 2 tangan, eh ibu Michelle-nya nyodorin tangannya maju banget,.. kena deh” tulis Tifatul dalam akun Twitter-nya mencoba mengonfirmasi. (lebih…)


Makelar Demo, panen di musim kampanye

JAKARTA – Ronald (nama samaran) mengaku sudah dua tahun menggeluti profesi makelar demo. Selain pernah mendapat order dari pengusaha, dia juga mengaku pernah diminta mensukseskan seorang calon legislatif.

Tujuannya jelas, yakni merangkul massa guna mendapatkan suara untuk meloloskan caleg tersebut di parlemen. Dia mengisahkan, hal tersebut terjadi pada 2009 lalu saat masa kampanye.

“Seorang dari timses (tim sukses) menghubungi saya untuk proyek ini. Dia minta partai besar,” ujar Ronald saat ditemui okezone di Jakarta, belum lama ini.

Dia menjelaskan, permintaan massa kampanye untuk partai besar perlu melihat berbagai perangkat yang harus dipersiapkan. “Kita kumpulkan dulu massa-nya, menjelaskan begini-begini, juga visi misinya, dan tentu briefieng tugas mereka nanti akan seperti apa di lapangan,” jelasnya.

Ronald mengaku bahwa massa yang direkrutnya dominan berprofesi sebagai pedagang dan ibu rumah tangga. “Mereka lebih mudah dan penurut, nggak neko-neko,” imbuhnya. (lebih…)