Archive for the ‘Kisah Misteri’ Category


Terakhir ada seorang manusia yang memanjat kubah hijau Masjid Nabawi untuk dihancurkan, lalu disambar petir secara tiba-tiba dan mati. MAYATNYA MELEKAT PADA KUBAH HIJAU TERSEBUT DAN TIDAK DAPAT DITURUNKAN SAMPAI SEKARANG. Syekh Zubaidy, ahli sejarah Madinah menceritakan ada seorang soleh di kota Madinah bermimpi, dan terdengar suara yang mengatakan “Tidak ada satu orang pun yang dapat menurunkan mayat tersebut, agar orang yang belakangan hari dapat mengambil, i’tibar”.

Hingga sekarang mayat tersebut masih ada dan dapat disaksikan langsung dengan mata kepala. Bagi yang tidak dapat berkunjung ke sana dapat mengakses internet google “Ada Mayat di atas Kubah Masjid Nabawi

Bukti Kebesaran ALLAH SWT. Mayat ini Masih ADA SAMPAI SEKARANG !!

SEJARAH

Sejarah bercerita, ketika Nabi sampai di Madinah, pertama sekali dikerjakan Nabi Saw adalah membangun Masjid Nabawi dengan membeli tanah seharga 10 dinar kepunyaan dua orang anak yatim Sahl dan Suhail berukuran 3 x 30 m. Bangunan yang sederhana itu hanya berdindingkan tanah yang dikeringkan, bertiangkan pohon kurma dan beratapkan pelepah kurma. Sebelah Timur bangunan Masjid Nabawi dibangun rumah Nabi Saw, dan sebelah Barat dibangun ruangan untuk orang-orang miskin dari kaum Muhajirin yang pada akhirnya tempat itu dikenal dengan tempat ahli Suffah (karena mereka tidur berbantalkan pelana kuda).  (lebih…)


Jengloat atau Buncul yang hebohkan warga Cirebon - foto : tribun.jabar.co.id

Setelah warga Majalengka yang dihebohkan penemuan makhluk halus dalam sebuah foto, kini giliran warga Cirebon yang mengalami hal serupa. Namun kali ini, bukan makhluk halus di dalam gambar atau foto, melainkan makhluk halus yang bisa dilihat secara kasat mata.

Subhanallah, Maha Besar Allah dengan Kuasanya. Setiap apa yang diturunkan dan terjadi di bumi sesungguhnya hanya ada dua yakni sebagai pilihan bagi umat manusia, Dari Allah dan Dari Syetan. Karena itu sebaik-baiknya ilmu manusia adalah lebih baik bila didasarkan atas atau hanya kepada-Nya saja, Allah Lillahi Ta’ala.

Adalah Jamil (27), seorang tuna wicara warga Desa Pamijahan, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon yang membuat geger warga. Pria yang dikenal sebagai “orang pintar” itu telah berhasil menangkap sesosok mahkluk halus sejenis jenglot, atau dikenal warga setempat dengan sebutan buncul.

“Yang menemukan dan menangkap buncul itu Jamil. Dia menangkapnya dari Sungai Soka pada tadi subuh sekitar jam 03.00,” ujar salah seorang warga, Sutami (72). Sutami mengatakan, keberadaan buncul atau jenglot di Sungai Soka sudah diketahui warga sejak puluhan tahun lalu. Namun sejauh itu belum ada yang berani menangkap. “Nah baru Jamil itulah yang berhasil menangkap. Kebetulan dia itu ‘orang pintar’,” kata Sutami.

Penangkapan buncul atau jenglot, kata Sutami berawal dari seorang perempuan warga desa setempat yang bercerita bahwa rambutnya telah ditarik makhluk halus saat mandi di Sungai Soka. Namun ketika itu tidak tahu siapa yang narik rambut. Cerita perempuan itu ternyata sampai ke telinga Jamil. Akhirnya pada Minggu (16/1) malam sekitar pukul 20.00, Jamil mencoba menangkap buncul. Dengan dibantu teman-temanya sesama anak muda, Jamil akhirnya berhasil menangkap buncul pada Senin subuh sekitar pukul 03.00. Buncul yang ditangkap Jamil bukan dari sungai, namun dari bebatuan cadas yang ada di pinggir sungai. Dipercaya warga, batu cadas tersebut sebagai tempat persembunyian buncul. (lebih…)


suherman saat dihubungi inilah.com

Fenomena UFO (Unidentified Flying Object) atau dikenal Piring Terbang Misterius semakin santar di dunia, bahkan sekarang di Nusantara – Indonesia pun keberadaan UFO tidak lagi hanya dijadikan bahan gunjingan, melainkan sudah dijadikan bahan penelitian sejumlah organisasi yang menyertakan ilmuwan-ilmuwan di bidangnya. Sebut saja BETA UJO, satu lembaga yang khusus mempelajari dan meneliti keberadaan UFO di Indonesia.

Baru-baru ini BETA UFO mengabarkan bahwa seorang pria Sukabumi telah mengaku diculik oleh UFO beberapa waktu lalu. Setelah 12 tahun, pria ini akhirnya berani menceritakan peristiwa penculikan itu. Pria yang tinggal di sanggar Protagon Bukit Pakar Timur, Bandung, itu bernama Suherman. Pria asli Sukabumi ini akhirnya mau menceritakan kejadian dia dibawa UFO setelah menyimpan ceritanya selama 12 tahun. “Saya tak berani menceritakan cerita ini karena takut dianggap gila,” katanya.

Suherman mengaku sebelum diculik, ia melihat sebuah benda berbentuk cakram bersinar mendekati dirinya dengan kecepatan sangat tinggi. Kemudian, ia mengaku mendadak tak sadarkan diri, ketika sadar ia sudah terbaring dalam sebuah ruangan pesawat (UFO). Kemudian, dia mengaku makhluk dalam pesawat itu lebih kecil dari manusia, “Kira-kira tingginya lebih dari satu meter,” katanya. Selain itu, makhluk itu memiliki kepala yang lebih besar, mata yang lebih besar, mulut yang lebih kecil, dan hidungnya seperti rongga. Dia juga menuturkan bahwa makhluk itu kebanyakan tidak memiliki rambut, meski terdapat juga yang memiliki sedikit rambut. Warna kulit makhluk itu berwarna coklat tua mengarah ke warna hitam. (lebih…)


Sisi mistis di balik angka 26

 

Angka 26 nampaknya kurang bersahabat untuk Indonesia. Beberapa kejadian besar yang yang mengandung kesan negatif (sedih, kekacauan, duka dll) selalu terjadi bertepatan dengan angka 26. Salah satunya adalah pertandingan leg pertama final Piala AFF lawan Malaysia.

Indonesia tumbang untuk pertama kalinya di ajang Piala AFF. Adalah Timnas Malaysia yang menumbangkan Sang Garuda malam ini di stadion nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur. Tahukah anda, dibalik kekalahan itu terdapat fakta menarik. Banyak pihak menilai kekalahan Indonesia tak lepas karena bertanding pada Minggu (26/12/2010). Entah ini hanya fiksi atau omong kosong belaka. Atau dapat pula dikatakan hal ini adalah fakta. Tak hanya itu saja marilah kita tengok beberapa kejadian di tanggal 26.

TSUNAMI, di Aceh

tsunami aceh

Enam tahun silam, di tanggal dan bulan yang sama, yakni 26 Desember, Indonesia berduka. Provinsi Aceh dan sebagian daerah di Sumatra Utara dilanda bencana hebat, yakni Tsunami. Ratusan ribu nyawa melayang akibat musibah ini. Tak terhitung berapa liter air mata yang mengalir sedih melihat Aceh porak-poranda gara-gara Tsunami.

 

 

 

 

(lebih…)


Tokek pembawa hoki, harga selangit ...

Tokek berukuran tubuh besar belakangan banyak dikejar karena berharga mahal. Harga tokek jenis ini sungguh mencengangkan dan menggoda akal sehat, yaitu harganya bisa mencapai Rp 500 juta. Juragan tokek, Nursalim, menemukan banyak keanehan selama tiga tahun berdagang tokek. Bahkan dia menemukan banyak hal ganjil dan gaib di balik hewan merayap itu. Pengalaman Nursalim itu, dicatat Yudhistira untuk Misteri Sejati. Di bawah ini kisahnya…

Aku, Nursalim, umur 50 tahun, menjabat kepala security perusahan oil company Canicas Jakarta. Belakangan, alhamdulillah, berkat bantuan tangan Allah, aku cukup banyak uang karena bisnis totek. Sampai-sampai aku yang ayah dari empat anak ini berhenti kerja, minta pensiun dini demi mendalami bisnis tokek ini. Selama tiga tahun aku berniaga tokek, aku menumpuk keuntungan l00 milyar lebih. Kini rumah, tanah, mobilku alhamdulillah lumayan banyak karena bisnis tokek yang dikatakan jorok oleh sementara orang ini. Mobilku ada cherooke, terano, toyota fortuner dan BMW seri tujuh. Sementara beberapa ruko di WTC Bumi Serpong Damai, aku borong satu deret, l0 ruko sekaligus dan kusewakan pada para pedagang.

Walau belum begitu lama berbisnis tokek, karena aku tekun mempelajari, maka kini aku jadi ahli dalam urusan pertokek’an. Malah belakangan aku dijuluki oleh famili dan teman-temanku dengan sebutan istimewa: Juragan Tokek. Julukan kehormatan yang terkesan “ngampung” ini, tidaklah membuat aku marah. Malah aku menerima panggilan itu dengan senang hati. “Biarin diledekin dengan panggilan Juragan Tokek, tidak apa-apa, yang penting bisa mengumpulkan uang banyak!” dalihku.

Menangkap tokek ternyata bukan hal yang mudah. Tokek tidak bisa ditangkap dengan tangan. Bila terkena tangan, ukuran berat tokek langsung mengecil dan gampang mati karena stress. Lain dari itu, tokek punya mata yang terang dan penciuman yang tajam. Hewan mirip cicak besar itu, sangat cepat berkelit dan langsung lari ke persembunyiannya bila didekati manusia. Nampaknya jinak dan mudah ditangkap, tapi dia gesit berlari. Bahkan pelariannya sangat sulit dijangkau alat, sebab biasanya tokek membangun lobang yang dalam dan masuk dalam lobang tersebut dan sulit dijangkau.

Maka itu, aku menciptakan suatu alat tradisional dari bambu kecil yang panjang dengan benang di ujungnya sebagai tali jebakan. Di bagian ujung benang, ditaruh belalang atau capung sebagai umpan. Tokek itu dipancing, walau tanpa memakai kail dan besi. (lebih…)