Tolong …!! Aku Diculik Alien …!!

Posted: 4 Februari 2011 in Dimensi Lain, Iptek, Serba Aneh dan Langka, Wacana
Tag:,

Kemunculan UFO baru-baru ini di sejumlah wilayah di Indonesia nampaknya menjadi topik hangat di beberapa media massa dan media elektronik Indonesia. Karuan saja warga sekitar tempat adanya insiden kejadian yang diyakini sebagai pendaratan UFO dengan fenomeno berupa bekas yang ditinggalkan tentunya semakin menambah rasa ingin tahu sebagian yang mengunjungi area fenomena jejak UFO tersebut. Juga tentunya menjadi satu tanda tanya besar bukan hanya sebagian masyarakat, akan tetapi sudah mulai merata menjadi bahan perbincangan khalayak umum di nusantara.

Namun terlepas dari pro dan kontra akan kebenaran UFO sendiri, tentunya keberadaan UFO satu wahana misteri tersendiri yang perlu dikaji. Hal ini mengingat Misteri UFO di luar Indonesia khususnya Eropa dan Amerika sudah bukan lagi menjadi berita asing. Kajian Ilmiah yang didasari bukti-bukti tentunya sangat mendukung sejumlah penelitian akan benar apa tidaknya keberadaan UFO itu. Namun bagi Anda sahabat serbaragam yang mungkin saja tertarik mengikuti update tentang permasalahan UFO ternyata di Indonesia ada lembaga Penelitian yang khusus meneliti adanya UFO. Namanya BETA ( Benda Terbang Aneh ), dan alamat situs resmi BETA UFO INDONESIA di http://www.beta-ufo.org/, silahkan cek langsung.

APA ITU UFO ?

LOGO BETA INDONESIA

Istilah UFO (Unidentified Flying Object) atau lebih dikenal dengan istilah “Piring Terbang”. UFO tidak harus merupakan sebuah pesawat luar angkasa, melainkan segala sesuatu yang terlihat di angkasa dan tak dapat dijelaskan. Dari keseluruhan laporan penampakan, umumnya hanya 10% saja yang tidak dapat dijelaskan atau dikenali melalui penyelidikan yang sangat serius. Sementara sisanya 90% dapat dijelaskan sebagai suatu fenomena alam atau hanya benda buatan manusia.

Penggunaan istilah piring terbang pertama kali dipopulerkan oleh reporter yang meliput kesaksian pilot Kenneth Arnold yang melihat sembilan obyek terbang aneh dalam suatu formasi di atas gunung Rainier, pegunungan Cascade, Washington. Peristiwa itu terjadi pada tanggal 24 Juni 1947. Kenneth Arnold terbang dari Chehalis, Washington, untuk membantu mencari sebuah pesawat terbang yang jatuh di lingkungan pegunungan Cascade. Ia dikejutkan oleh sebuah kilatan cahaya di angkasa. Lalu ia melihat sembilan benda terbang, berbentuk bumerang dan tampak berupa logam. Mereka melintas dalam dua barisan di antara puncak Gunung Rainier dan Gunung Adams dalam lintasan yang berombak-ombak.

Bidang yang menyelidiki fenomena tentang UFO dinamakan Ufologi, sementara orang yang melakukan penyelidikan mengenai UFO disebut ufolog. Makhluk yang membawa UFO disebut sebagai ufonaut, dan umumnya lebih sering disebut dengan istilah: E.T. atau ALF (Alien Life Form). E.T. adalah singkatan dari Extraterrestrial, yang artinya berasal dari luar bumi. Namun arena ada teori yang mengatakan bahwa makhluk UFO bisa saja berasal dari bumi (dari dalam bumi atau dasar laut), maka penggunaan istilah alien lebih sering digunakan daripada E.T.

Terlepas dari sejarah UFO sendiri sahabat yang mungkin masih penasaran ada baiknya Googlin pada sumber yang terpercaya, karena sejarah UFO sendiri memang panjang, tapi semenjak kejadian yang diabadikan oleh Kenneth Arnold pada tanggal 24 Juni 1947, dunia mulai beramai-ramai mencari dan menyelidiki tentang UFO.

BAGAIMANA MENGETAHUI ITU UFO APA BUKAN ?

Bila sahabat melihat sesuatu terbang di angkasa, itu belum tentu UFO. Di bawah ini ada beberapa catatan tentang benda-benda terbang yang sering dianggap UFO, padahal bukan. Selain itu bisa juga ada kasus pelapor fiktif atau pemalsuan foto. Namun menurut data yang dihimpun BETA Indonesia juga Peneliti UFO dari luar biasanya penampakan UFO ditandai dengan adanya ciri-ciri yakni bekas yang ditinggalkan (jika UFO itu mendarat di bumi) yang dalam istilah ilmu Ufologi dikenal sebagai Crop Circle (seperti yang baru-baru saja di temukan di Sleman, Jogjakarta; meskipun fenomena itu masih kontroversi). Ciri-ciri yang lebih spesifik lagi adalah adanya pengakuan tentang saksi mata yang melihat dan ataupun bahkan pernah mengalami Penculikan (Alien Abduction) oleh makhluk penghuni UFO yang dalam istilah sering disebut Alien.

ALIEN ABDUCTION ATAU PENCULIKAN OLEH ALIEN

Tolong !! Aku Diculik Alien !!

Pada suatu malam aku duduk sendiri

Kulihat ke angkasa yang sekejap terang

Apakah itu? Akupun tak tahu …

Dalam hati berharap bulan kan tiba

Kuyakin suatu saat ku kan bertemu UFO

Kuyakin suatu masa ku kan diculik UFO

( Lirik Lagu : “Cinta UFO” = Seurius, dalam Album Rocker Juga Manusia … he..he… Iklan, gan )

Sebenarnya banyak orang yang mengatakan bahwa dirinya mengalami penculikan oleh alien. Alien abduction merupakan istilah yang umum digunakan untuk menjelaskan fenomena penculikan manusia oleh makhluk asing. Ditengarai, tujuan para alien menculik manusia ialah untuk mempelajari anatomi tubuh manusia, atau untuk pemeriksaan medis, atau bahkan untuk keperluan menciptakan makhluk hybrid, yakni makhluk persilangan antara manusia dan alien. Istilah untuk menyebut korban penculikan ialah abductee.

Fenomena alien abduction terjadi di banyak negara di dunia. Amerika Serikat (AS) ialah salah satu negara yang dilaporkan banyak terjadi kasus penculikan manusia oleh alien. Sebuah survei yang dilakukan Roper – sebuah lembaga riset dari Amerika Serikat – pada tahun 1991 mengadakan sebuah jajak pendapat “Roper Poll on Unusual Personal Experiences”. Dari hasil survei tersebut diperkirakan ada 3,7 juta orang di AS pernah mengalami penculikan oleh alien. Ini juga senada dengan pernyataan Dr. John Mack, seorang psikiater dari Harvard yang serius mempelajari fenomena ini, memperkirakan bahwa ada kira-kira 3,5 juta orang di AS pernah diculik oleh makhluk asing. Selain Amerika Serikat, fenomena serupa juga ada di Inggris, Jepang dan negara-negara lainnya, dan bahkan terjadi juga di Indonesia.

Mungkin ada lebih banyak kasus yang tidak dilaporkan oleh para korban. Biasanya para korban penculikan merasa takut untuk melaporkan peristiwa yang telah mereka alami. Mereka mungkin merasa malu atau khawatir menjadi bahan ejekan. Mungkin juga mereka merasa bahwa jika mereka menceritakannya kepada orang lain, akan dianggap mengalami halusinasi atau efek dari derita depresi. Sebagian lagi tidak ingat dengan jelas dan dianggapnya sebagai mimpi buruk. Melinda Leslie, direktur sekaligus pendiri Orange County Art Bell Chat Club (sebelumnya bernama UFO Lectures of Orange County), menjelaskan ada beberapa indikator bahwa seseorang mengalami alien abduction. Ia melakukan riset terhadap orang-orang yang mengaku pernah mengalaminya dan menemukan adanya kesamaan pada sejumlah hal. Indikator tersebut ialah:

  1. Pernah mengalami waktu yang hilang (missing time), misalnya kehilangan waktu satu jam atau lebih dan tidak tahu bagaimana bisa terjadi? Korban pada umumnya merasa lumpuh (paralyzed) dan merasa ada entitas lain disekitarnya.
  2. Mengalami bekas luka (seperti cakar atau tanda lainnya), yang tidak bisa dijelaskan sebabnya. Atau ketika bangun tidur, terdapat tanda di tubuh, atau bekas seperti luka bakar, atau memar tanpa bisa diketahui apa penyebabnya.
  3. Pernah melihat cahaya berbentuk bola atau kilatan cahaya aneh di rumah atau di lokasi lain, atau pernah beberapa kali melihat UFO.
  4. Mempunyai ingatan melayang di udara yang bukan dirasakan sebagai suatu mimpi atau mempunyai suatu “ingatan khusus” yang sulit untuk dihilangkan (misalnya: wajah alien, meja, jarum, anak kecil yang aneh, dan lain-lain)
  5. Pernah melihat sinar sangat terang yang menyorot dari luar rumah atau masuk ke kamar melalui jendela atau seakan menembus dinding atau atap. Mungkin juga pernah mempunyai mimpi-mimpi tentang UFO, cahaya yang menyorot, atau makhluk alien.
  6. Memiliki kesadaran kosmis, maksudnya korban berminat pada hal yang berkaitan dengan ekologi, lingkungan, dan lain-lain. Ia juga menjadi vegetarian, atau menjadi sangat sosial. Seakan merasa punya suatu misi tertentu dalam hidup yang tidak tahu dari mana rasa kompulsif itu berasal
  7. Korban wanita bisa mengalami kehamilan semu atau kehilangan bayi (hamil, namun kemudian bayinya hilang)
  8. Pernah bermimpi merasa melewati jendela yang tertutup atau menembus dinding tebal, atau mengalami bangun dari tidur di tempat yang berbeda dan tidak ingat bagaimana itu bisa terjadi.
  9. Mendengar suara-suara aneh atau suara yang selalu terngiang-ngiang di telinga dan tidak tahu asal sumber suara.
  10. Mengalami pendarahan di hidung atau mimisan yang tidak wajar dan terjadi beberapa kali, atau kadang bangun dengan hidung berdarah. Ketika bangun tidur mengalami rasa tidak enak atau perih di bagian kelamin dan tak dapat dijelaskan sebab-sebabnya. Atau ada problem di punggung atau leher, atau kaku-kaku yang aneh pada bagian tubuh.
  11. Barang-barang elektronik disekitar korban menjadi tidak berfungsi atau rusak tanpa bisa diketahui penyebabnya.
  12. Menjadi punya kemampuan paranormal atau intuisi. Mengalami semacam menerima pesan telepati dari alien.

Jika seseorang mengalami seluruh atau sebagian dari indikator di atas, maka bisa jadi ia pernah mengalami alien abduction. Seseorang mungkin tidak bisa mengingat peristiwa yang pernah ia alami. Ada korban yang tidak mengingat detail peristiwa yang ia alami, ada yang ingat dengan samar-samar dan bahkan ada yang ingat semua detail peristiwa. Untuk kasus dimana korban tidak ingat atau ingat samar-samar, teknik hipnosis biasanya dilakukan untuk memunculkan kembali (recall) ingatan yang tersembunyi.

Hipnosis ini dilakukan oleh ahli hipnoterapi atau konselor yang mendalami teknik tersebut. Alan Lawson, ufolog dari Amerika Serikat, merupakan orang yang mula-mula melakukan uji coba validitas hipnosis regresi sebagai teknik untuk menggali memori tersembunyi para korban penculikan. Ia mengujinya pada tahun 1977 bersama William McCall, seorang dokter yang berpengalaman dalam melakukan hipnosis. Tujuan dari eksperimen ini ialah agar seseorang merasa yakin dengan pengalamannya melihat UFO atau penculikan yang ia alami meskipun ia memiliki ingatan yang sedikit atau bahkan tidak ingat sama sekali.

Kasus penculikan manusia oleh makhluk asing biasanya tidak terjadi secara langsung. Adakalanya terdapat proses awal yang mendahului sebelum akhirnya korban diculik. Namun itu tidak selalu. Ada juga korban yang diculik seketika tanpa melalui suatu proses atau fase tertentu. David M. Jacobs, sejarawan AS dan peneliti UFO, pernah mengemukakan bahwa ada lima fase tertentu dalam penculikan. Tidak semua korban memiliki lima fase ini. Kadang mereka mengalami satu atau lebih.

Kelima fase tersebut ialah:

  1. Fase pertama, yakni korban didatangi makhluk atau sosok asing di lingkungan sekitar korban, misalnya masuk ke dalam kamar korban dengan menembus dinding atau lewat pintu.
  2. Fase kedua, dimana korban secara fisik diperiksa oleh makhluk asing. Mereka memeriksa kaki dan sendi-sendi terutama tulang belakang. Kadang dalam fase ini mereka memasukkan perangkat (implan) yang dipasang ke dalam tubuh korban. Biasanya, tapi tidak selalu, pada rongga sinus korban. Fungsi implan itu sendiri tidak diketahui. Pada fase ini pula, pada sejumlah kasus, terjadi pengambilan sperma dan sel telur. Ini diduga dengan rencana mereka mengembangkan makhluk hybrid.
  3. Fase ketiga, yakni pemeriksaan terhadap korban dengan suatu mesin yang memindai tubuh korban. Pada sejumlah laporan, mesin-mesin ini melayang di atas korban atau tergantung di atap kamar korban.
  4. Fase keempat, merupakan pengalaman tambahan, misalnya tubuh korban direndam dalam sebuah tangki berisi cairan dengan alasan yang tidak diketahui, atau korban dirawat dari suatu penyakit.
  5. Fase kelima, dimana korban dikembalikan ke tempat semula. Uniknya tidak semua korban dikembalikan persis di tempat semula ia diambil. Kadang korban dikembalikan di tempat yang jauh dari rumah. Kadang posisi mereka terbalik atau baju yang dikenakan korban terbalik.

BEBERAPA KASUS PENCULIKAN MANUSIA OLEH ALIEN YANG TERJADI DI INDONESIA

Seperti yang telah dijabarkan di atas sebenarnya banyak manusia yang pernah mengalami kasus penculikan oleh Alien. Terlepas dari mereka yang mau menceritakan atau memplubikasikannya ataupun yang hanya menyimpannya saja karena alasan takut atau trauma. Di Indonesia terdapat beberapa kasus penculikan orang / warga yang sudah di teliti oleh BETA Indonesia, diantaranya :

Kasus Penculikan Pangu, Juli 1959

Kasus ini terjadi di pulau Alor pada bulan Juli 1959. Purnawirawan polisi yang waktu itu menjabat sebagai kepala kantor polisi setempat, Alwi Alnadad, melaporkan bahwa seorang anak bernama Pangu yang berumur 6 tahun diculik oleh enam “orang asing”. Rambut mereka putih berombak, sebagian memiliki janggut. Mereka berpakaian biru tua berlengan panjang dan berkrah tinggi, dan bersepatu laras hitam.

Mereka juga mengenakan ikat pinggang dan terselip di sana sebuah tongkat berbentuk silinder berwarna keabu-abuan. Pangu diculik dan dilepaskan kembali 24 jam kemudian dalam keadaan linglung di tengah-tengah ladang. Menurut Pangu, tinggi tubuh mereka “Kalah tinggi dengan dokter Jerman yang suka datang kemari”.

Ia mengalami sejumlah pemeriksaan medis. Ia juga sempat ditawari makanan tapi ia menolaknya karena tidak mengenal makanan itu.

Kasus Penculikan Kak Tut,1963

Peristiwa ini terjadi pada tahun 1963, pada malam hari ketika seorang pria 30an tahun yang dipanggil Kak Tut berangkat ke sawah mencari belut. Waktu itu Gunung Agung sedang meletus.

Ketika ia tiba di sawah yang berada di kaki Gunung Batukaru- Tabanan, tiba-tiba ia merasa suasana berubah menjadi terang seperti siang. Sepertinya Matahari telah berada pada posisi di atas kepala, padahal ia yakin waktu itu ia dalam keadaan sadar dan tidak tidur. Ia ingat bahwa ia sedang keluar pada malam hari. Beberapa detik sebelum suasana mendadak menjadi terang, ia sempat menyaksikan sebuah bulatan berbentuk oval bercahaya putih terang benderang menyilaukan mata. Ia selalu menyebut bulatan terang tersebut sebagai Taluh Hyang Widi (Telur Tuhan). Bulatan tersebut melayang di atas puncak Gunung Batukaru dan beberapa saat kemudian terbang dengan kecepatan tinggi menuju puncak Gunung Agung yang sedang mengeluarkan lahar.

Menurut Kak Tut, bulatan tersebut lenyap masuk ke kawah Gunung Agung dalam beberapa detik, padahal jarak antara kedua gunung tersebut sangat jauh. Karena hari telah siang, Kak Tut memutuskan untuk pulang tanpa membawa tangkapan belut. Kejadian ini merupakan fenomena missing time atau kehilangan waktu yang lazim terjadi pada peristiwa penculikan manusia oleh alien. Korban tidak dapat mengingat apa yang ia alami ketika mengalami missing time.

Kasus Machpud, 1969

Pada bulan Juni 1969, Machpud, seorang pria berumur 27 tahun, bertemu dengan “seorang wanita asing yang cantik” di  Banjar, Jawa Barat. Wanita itu “membimbing”-nya masuk ke “rumah”-nya. Rumah tersebut memiliki satu ruangan yang besar yang dipenuhi dengan cahaya terang yang aneh. Wanita itu lalu mengajaknya untuk berhubungan badan. Machpud lalu pingsan.

Beberapa waktu kemudian, ia ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan tidak berpakaian oleh seorang pejalan kaki yang melintasi hutan Gunung Babakar. Pakaiannya berserakan di atas sebuah pohon. Peristiwa ini mengindikasikan bahwa Machpud pernah diculik oleh entitas asing. Sepertinya entitas asing itu mengambil contoh spermanya. Kasus ini ditulis oleh Jenny Randles dalam bukunya “The Complete Book of Alien & Abductions” (2000)

Kasus Sudjana Kerton, 1979

Seniman (almarhum) Sudjana Kerton yang tinggal di Dago Pakar, Bandung sering menyaksikan piring terbang yang menyorotkan sinar-sinar aneh di rumahnya. Pada suatu malam, ketika sedang tiduran di beranda rumah, ia bermimpi didatangi oleh dua sosok makhluk asing mirip robot. Mereka menyorotkan sinar ke sekujur tubuhnya, sehingga ia mengalami apa yang disebut sebagai sleep paralysis atau kelumpuhan dalam tidur dimana ia tidak dapat menggerakkan tubuhnya.

Kedua makhluk itu membimbingnya masuk ke sebuah wahana yang mengambang di atas tanah.Tiba-tiba ia telah berada di sebuah tempat yang seluruhnya berwarna putih. Ia berjumpa dengan empat orang alien berwarna putih yang tinggi tubuhnya kira-kira tiga meter. Mereka mirip orang Mongol, karena memiliki mata sipit yang kedua ujungnya mencuat sedikit ke atas. Mulut mereka tampak sekadar garis tipis yang melintang, hidung berbentuk tajam, dan kepala mereka botak tanpa ditumbuhi rambut.

Tiba-tiba semuanya menjadi putih dan mendadak ia terbangun. Ia terkejut mendapati kedua kakinya berlumuran lumpur. Lebih terkejut lagi ia melihat ada sejumlah jejak kaki asing di tanah pekarangannya. Kejadian itu diabadikan Sudjana lewat lukisan bertajuk “Mimpi UFO”, dan bekas tapak kaki itu dituang gips dan dicetak. Sayang, setelah disimpan sekian lama, gips berbentuk kaki alien itu kini hilang. “Mungkin terbuang saat studio ini direnovasi, pada 1998,” kata Tjandra Kerton, putri Sudjana Kerton, yang juga beberapa kali melihat UFO.

Sudjana Kerton sebenarnya sudah sering melihat UFO sejak 1953, saat ia tinggal di Colorado, AS. Kejadian makin sering dialami saat ia pulang ke Indonesia, pada 1976, dan mendirikan studio Sanggar Luhur. Hasil penglihatannya itu dituangkan dalam lukisan minyak di atas kanvas bertajuk “Kerton Lihat UFO” yang dibuat pada 1978.

Dan masih banyak lagi fenomena Alien Abductions atau Penculikan manusia oleh Alien ini, baik itu yang terjadi di dalam maupun di luar negeri. Untuk informasi lebih banyak silahkan berkunjung ke alamat BETA UFO INDONESIA dengan alamat http://www.beta-ufo.org/. Dan bagi yang berminat mengetahui lebih spesifik tentang KAPAN BERDIRINYA BETA UFO INDONESIA, MISI DAN VISI BERDIRINYA DAN SEGALA INFORMASI MENGENAI UFO DAN ALIEN ITU SENDIRI, silahkan dowload EBOOK : SATU DEKADE BETA UFO INDONESIA (.pdf) di sini : http://www.4shared.com/file/54gpWc2K/Satu_Dekade_Perjalanan_Komunit.html)

 

( sumber : http://www.beta-ufo.org/, Jum’at 04 Februari 2011, 18.35 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s