Napak Tilas Mengenang Bencana Letusan Gunung Merapi di Jogjakarta; Do’a dan Renungan …

Posted: 13 Januari 2011 in Agama, Galeri, Gambar, Kabar Berita, Keluarga, Kisah, Rakyat Kecil, Wacana
Tag:, , , ,

Doa dibalik Renungan Bencana Merapi 2010

Sejak letusan pertamanya pada tanggal 25 Oktober, Gunung Merapi di Indonesia terus memuntahkan gas panas dan abu sejauh 5.000 meter ke udara, mendatangkan malapetaka di desa-desa sekitarnya, mengganggu arus lalu lintas perjalanan darat maupun udara dan lebih dari 140 orang telah menjadi korban selama hampir 3 bulan sejak meletusnya Gunung yang menyimpan aura supranatural di Tanah Jawa itu. Ratusan ribu penduduk telah mengungsi, banyak dari mereka tinggal di tempat penampungan sementara sampai pemerintah Indonesia menerapkan jarak 20 km “zona aman”, dan memungkinkan mereka dan ternak mereka untuk kembali.

Namun seperti kata orang bijak, bahwasannya setiap adanya bencana atau musibah dibaliknya pasti ada hikmah yang bisa dipetik. Mungkin ini adalah salah satu ujian dan cobaan yang diberikan Allah SWT, Tuhan yang Maha Mengerti Apa Yang Patut dan Tidak Sepatutnya diberikan atas segala perbuatan umatnya. Renungan, kesabaran, ketabahan sudah pasti bisa dipetik dari semua tragedi itu. Perlu kearifan dalam memperlakukan Alam beserta isinya yang tlah diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa, agar digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan umat manusia. Kebersamaan dan solidaritas sebagai sesama makhluk Tuhan dengan mengedepankan kasih sayang, perduli sesama hendaknya menjadikan pelajaran yang mendalam bagi kita semua, khususnya masyarakat Indonesia dan umumnya seluruh umat manusia.

Do'a di balik musibah para korban Bencana Merapi di Tenda-tenda Pengungsian

Napak Tilas ini sekaligus sebagai sarana untuk semua para pembaca SerbaRagam ini, mari sejenak kita menyatukan rasa dalam keheningan DOA BERSAMA bagi saudara-saudara kita yang menjadi korban dari Bencana Merapi. Semoga Allah SWT, Tuhan Semesta Alam menerima mereka di sisinya dengan segala pengampunan atas segala khilaf dan dosa selama hidup di dunia. Dan bagi mereka-mereka yang menjadi sanak famili, handai taulan yang ditinggalkan diberikan kelapangan dan kesabaran serta ketetapan iman bahwasannya semua yang terjadi adalah Hanya Karena Kuasa-Nya dan diperuntukkan bagi kita semua, tak lebih dan tak kurang, YA.. HANYA KARENA KUASA-NYA SEMATA, bukan KARENA YANG LAIN. Amin.

Foto-foto berikut ini menunjukkan kepada kita semua akan sebuah perenungan, bahwasanya Tuhan dengan Segala Kuasanya menjadikan apa yang tidak mungkin menjadi sangat mungkin di Alam Semesta ini. Teguran, Peringatan atau Ujian bagi hamba-hambanya yang bertaqwa kadang kala menyisakan duka dan linangan air mata. Semoga dapat dijadikan perenungan dan dapat diambil hikmahnya.


FOTO-FOTO LETUSAN GUNUNG BERAPI DARI BERBAGAI SUMBER


Semburan lava dan abu dari puncak Gunung Merapi, dilihat dari Kabupaten Klaten di propinsi Jawa Tengah sebelum fajar pada tanggal 6 November 2010

 

Seorang petani  di Klaten, Jawa Tengah pada  4 November 2010 sempat menyaksikan dari sawahnya material vulkanik Gunung Merapi yang meletus. Lebih dari 70.000 orang kini telah dievakuasi dari zona bahaya yang diperluas hingga  lebih dari 15 km dari area yang bisa tercapai abu dan material vulkanik Gunung Merapi.

 

 

Diiringi oleh Petir yang bergemuruh Gunung Merapi meletus, seperti yang terlihat dari desa Ketep di Magelang, pada 6 November 2010.

 

Gunung Merapi mengeluarkan asap hitam seperti yang terlihat dari desa Deles di Klaten, dekat kota kuno Yogyakarta, 1 November 2010. Bentukan asap seperti inilah yang sering disalah artikan dengan Mbak Petruk oleh masyarakat sekitar.

 

Asap yang dihasilkan dari letusan Gunung Merapi seperti yang terlihat dari desa Wukirsari,  Sleman, dekat kota kuno Yogyakarta, 4 November 2010.

 

Pandangan penerbangan domestik rute Denpasar ke Yogyakarta yang kemudian dialihkan ke bandara Surabaya, menunjukkan segumpal gas dan abu mengepul beberapa km 10 (kurang lebih 6 mil) yang menjulang tinggi dari letusan Gunung Merapi, tanggal 4 November 2010.

 

Warga pun diliputi rasa cemas dan khawatir. Mereka beramai-ramai meninggalkan pemukiman mereka mencari tempat aman dan sebagian bergegas ke tenda-tenda yang disediakan pemerintah. Mereka sebisa mungkin menghindari awan dan debu panas mematikan yang turun dengan cepat ke segala penjuru di sekitar area Gunung Merapi. Tampak dalam foto warga dari desa Balerante, Klaten November 2010, berbondong-bondong mengungsi ke tempat yang aman.

 

Aktivitas Jogja dan sekitarnya dalam kepungan debu vulkanik yang menyesakkan pernafasan, juga menutupi semuanya dengan lapisan tebal yang membuat perih mata. Dan potret ini sepertinya sudah menjadi cuaca harian di jogja dan sekitarnya dalam masa sejak meletus pertamanya di November 2010.


Namun tak semuanya merasakan cemas dan khawatir dengan bencana seperti itu. Dan tidak tahulah apa yang ada di pikiran Beliau ini. Bapak ini tampak dengan santainya menatap Gunung Merapi yang marah seolah bencana ini sudah di terima sebagai takdirnya …. hemmm… ironis memang … mungkin juga kepercayaan yang kita tidak tahu rahasia di balik semua itu. Wallahu Alam.

 

Begitu juga dengan nenek tua dari desa Umbulharjo, Sleman ini. Dia kukuh tinggal menetap di kediamannya seolah pasrah menerima takdir meski itu nyawa jaminannya. Nenek ini meronta menolak dievakuasi dari zona bahaya sekitar Merapi oleh pasukan TNI dan Kopassur

 

DAN …  KORBAN PUN BERJATUHAN …..

 

Tampak beberapa penduduk desa yang mencoba mencari selamat mengungsi meninggalkan rumah mereka dengan luka-luka di sekujur badan setelah letusan Gunung Merapi di Klaten, Indonesia.

 

Wajah-wajah korban dari desa Argomulyo,  yang berhasil di selamatkan oleh Tim Relawan dari amukan material vulkanik dan abu panas Merapi tampak menahan sakit dan duka mendalam.


Tampak seorang relawan menyelamatkan korban abu panas dan materi vulkanik yang meluluh lantakkan pemukiman penduduk di desa Argomulyo.


Tampak pula relawan penyelamat sedang menggotong seorang korban Awan dan Debu Panas Gunung Merapi di desa Ngancar, Sleman 08 November 2010.

Salah satu korban keganasan Merapi yang sudah dievakuasi bersama korban lainnya di rumah salah satu rumah sakit di Jogjakarta, 05 November 2010

Satu keluarga yang menjadi korban debu dan awan panas dari Letusan Gunung Merapi di desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman 05 November 2010

Sebegitu ganasnya awan dan debu panas dari Letusan Gunung Berapi sehingga seperti tampak dalam foto di atas para regu relawan penyelamat terpaksa harus dengan hati-hati mengumpulkan jazad para korban yang sebagian sudah menjadi arang di salah satu rumah di desa Argomulyo, Cangkringan – Sleman.

Pemakaman Massal para korban Letusan Gunung Merapi di Sleman dihadiri sanak family korban diiringi Doa dan isak air mata. Banyak mereka-mereka yang masih hidup tak kuasa menahan air mata kehilangan.

 

BENCANA MERAPI … MENYISAKAN DUKA MENDALAM …

 

Salah seorang korban yang selamat dari Letusan Gunung Merapi, Priska warga Argomulyo. Tampak adiknya Sri Sucirathnasari (18) menunggu kakaknya dengan perasaan duka sekaligus bahagia karena betapa pun sakit yang diderita, Tuhan Yang Maha Kuasa masih memberikan kesempatan kedua buat Priska, yakni keselamatan yang sungguh tiada bandingannya.

Tampak seorang gadis kecil di salah satu tenda penampungan meneteskan air mata.

 

Material berupa sampah dari pohon dan ranting yang tumbang meranggas karena Lahar Letusan Gunung Merapi tampak memenuhi beberapa aliran sungai setelah terbawa arus hujan.

 

Tak hanya itu lahan pertanian yang siap panen pun musnah sudah tak ada yang tersisa disapu awan debu panas merapi

Debu di mana-mana. Perkampungan dan pemukiman penduduk bagai kota mati untuk beberapa saat lamanya ketika ditinggal mengungsi penghuninya ke pemukiman. Tak ada yang tersisa. Dan semua itu adalah saksi bisu keganasan Awan dan Debu Panas dari Letusan Gunung Merapi yang mengerikan.

Tampak salah satu warga yang berada di pemukiman merawat binatang ternaknya yang luka-luka. Sebisa mungkin perempuan ini menyelamatkan yang tersisa, karena memang sudah tiada lagi harta benda yang tersisa.

 

Semoga Badai Segera Berlalu, …. Habis Gelap Terbitlah Terang … Bersemilah Indonesia-ku …

 

Demikian sedikit Napak Tilas Perenungan Diri. Saya sendiri dan mungkin Anda semua pembaca blog Serbaragam ini tak kan pernah mengerti apa-apa yang menjadi Rahasia Ketetapan Yang Maha Kuasa. Begitu juga dengan bencana Letusan Gunung Merapi ini. Hendaknya semua dikembalikan kepada-Nya saja, tak lebih dan tak kurang. Karena sedih kadang kala mendengar saudara-saudara kita yang saling lempar tudingan atas pembenaran pendapat mereka masing-masing. Ada yang mengatakan Ujian dan ada yang mengatakan Azab untuk beberapa bencana lain, mungkin tidak hanya di jogja saja. Namun terlepas dari kentalnya budaya masyarakat Jawa dan mungkin silang pendapat bila dikait-kaitkan dengan Islam sendiri, alangkah bijaknya kita saling menghormati, karena kebenaran sejati adalah Hanya Miliknya, dan manusia adalah tempatnya sesuatu yang masih meragu atau tak pasti. Semoga dapat diambil hikmah dan manfaatnya.

Untuk korban Benca Alam Letusan Gunung Merapi : bagi yang masih diberikan anugerah Allah Yang Maha Esa, semoga diberikan kesabaran, ketabahan dan kekuatan serta ketetapan iman dalam menjalani cobaan dari-Nya. Dan bagi korban yang tlah tiada, semoga diterima di sisi Tuhan Yang Maha Pengampun. Amin.

 

( sumber : http://www.boston.com/bigpicture/2010/11/mount_merapis_eruptions.html >> Kamis, 13 Januari 2011, 19.14 WIB )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s