Oknum Polisi “Nyogok” Bu Guru … ee..la dalah …

Posted: 13 Desember 2010 in Cerita Lucu, Penegak Hukum, Realita, Wacana
Tag:

ilustrasi pos kota

SUNGGUH  terbalik-balik tatanan dunia. Di Rutan Brimob Depok Kompol Siswanto disogok Gayus sebulan Rp 50 juta. Di Wonogiri, oknum polisi justru “nyogok” Bu Guru Marsih,  40, hingga digerebek warga. Lebih celaka lagi, kalau Gayus nyamar pakai wig, Aiptu Daljito, 50, cuma kudungan kaos!

Sungguh keterlaluan Aiptu Daljito ini. Di kala institusinya disorot banyak kalangan, dia malah nambah-nambahi masalah saja. Bayangkan, dewasa ini kan Polri sedang disorot ramai, gara-gara koruptor Gayus Tambunan dapat “kemudahan” keluar dari rutan lewat uang berjut-jut. Eh, dia ikutan bikin ulah mencoreng citra polisi. Temannya di Brimob Depok kena sogok ratusan juta, dia malah gantian “nyogok” Ny. Marsih di tengah malam. Padahal perempuan yang juga guru SD ini masih memiliki suami yang sah.

Soal oknum polisi ini “menyogok” Bu Guru, sebetulnya masih sebatas dugaan saja, sebab belum ada yang menyaksikan betapa ketika Ny. Marsih berbagi cinta dengan lelaki yang bukan suaminya. Tapi berdasarkan logika, buat apa lelaki bukan muhrimnya datang bertamu tengah malam sampai berlarut-larut, sedangkan suaminya tak di rumah? Yang lazim, pastilah urusannya seputar perselingkuhan lelaki dan perempuan. Padahal yang namanya selingkuh, ujung-ujungnya pastilah soal “sogok-menyogok” yang KPK pun tak bisa intervensi.

Bahwasanya Aiptu Daljito sering bertamu larut malam ke rumah Bu Guru Marsih, memang sudah menjadi rahasia umum. Tapi selama ini Pak RT mencoba diam, dengan pertimbangan mas polisi yang bukan lagi muda ini segera sadar akan posisi dan tindakannya. Tapi yang terjadi malah kebalikannya. Makin intensif saja oknum polisi ini menyambangi di luar waktu kelaziman. Mestinya jika sekedar urusan biasa, kan bisa ketemu di siang hari, atau di kala suami ada di rumah. Lha kok ini malah sengaja di kala suami Marsih tidak di tempat.

Lama-lama warga dan tetangga Ny. Marsih di Desa Pondok Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri (Jateng) ini jadi jengah akan ulah Bu Guru dan si oknum polisi. Sering diamat-amati warga, kok tetap gak krasa (tidak merasa). Malah seperti di rumah sendiri. Ketika Bu Guru sudah membukakan pintu, oknum polisi itu malah memasukkan motornya dengans santai, macam di rumah sendiri. “Bar mlebu ngomah, mengko gek semah (usia masuk rumah lalu kencan), “ begitu dugaan warga.

Para remaja pernah melapor ke Pak RT dan pamong desa, tapi mereka tak berani gegabah nangkep, karena tanpa butamal (barang bukti) bisa jadi senjata makan tuan. Polisi lho, jangan main-main, dia lebih tahu liku-likunya hukum. Maka kata Pak RT, pihaknya baru berani bertindak jika telah berhasil menangkap basah .

Para pemuda seperti tertantang jadinya. Maka begitu melihat Aiptu bertamu sampai pukul 23.00 belum juga pulang, lalu mengajak Pak RT dan pamong desa menggerebeknya. Ternyata betul, sepeda motor oknum polisi itu ada di dalam. Tapi ketika ditanyakan ke mana Aiptu Daljito, Bu Guru bilang bahwa tak ada tamu siapa-siapa. Kalau anak kecil, dibohongi macam begitu mungkin percaya. Tapi Pak RT dan warga mana mau.

Rumah Marsih pun digeledah. Nah, betul kan…..? Aiptu Daljito ditemukan sembunyi di kandang ayam. Untuk menutupi kepalanya yang ubanan, dia sengaja menutupnya pakai kaos. Penyamar yang lebih asal-asalan ketimbang Gayus ini segera diserahkan ke Polsek Ngadirojo. Warga pun semakin yakin bahwa selama ini sudah terjadi praktek “sogok-menyogok” antara Daljito dengan Bu Guru Marsih.

 

(sumber : nah ini diah, http://www.poskota.co.id >> senin, 13 Desember 2010, 07.24 WIB)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s