Panen di Musim Kampanye

Posted: 11 Desember 2010 in Kabar Berita, Politik, Realita
Tag:, ,

Makelar Demo, panen di musim kampanye

JAKARTA – Ronald (nama samaran) mengaku sudah dua tahun menggeluti profesi makelar demo. Selain pernah mendapat order dari pengusaha, dia juga mengaku pernah diminta mensukseskan seorang calon legislatif.

Tujuannya jelas, yakni merangkul massa guna mendapatkan suara untuk meloloskan caleg tersebut di parlemen. Dia mengisahkan, hal tersebut terjadi pada 2009 lalu saat masa kampanye.

“Seorang dari timses (tim sukses) menghubungi saya untuk proyek ini. Dia minta partai besar,” ujar Ronald saat ditemui okezone di Jakarta, belum lama ini.

Dia menjelaskan, permintaan massa kampanye untuk partai besar perlu melihat berbagai perangkat yang harus dipersiapkan. “Kita kumpulkan dulu massa-nya, menjelaskan begini-begini, juga visi misinya, dan tentu briefieng tugas mereka nanti akan seperti apa di lapangan,” jelasnya.

Ronald mengaku bahwa massa yang direkrutnya dominan berprofesi sebagai pedagang dan ibu rumah tangga. “Mereka lebih mudah dan penurut, nggak neko-neko,” imbuhnya.

Penurut yang dimaksud yaitu tidak pernah komplain soal bayaran yang diterima. Bicara soal bayaran, Ronald mengatakan beragam. Misalnya, pendemo yang membawa kendaraan sendiri dipatok biaya kisaran Rp100-150 ribu. Sedangkan yang tidak membawa kendaraan berkisar Rp50-75 ribu.

“Kalau yang bawa kendaraan itu kita kasih Rp100-150 ribu karena buat bensinnya sama rokok. Yang nggak (pakai kendaraan) juga sudah kami siapkan bus,” kata Ronald.

Ronald pun mulai menyusun strategi setelah berhasil merekrut orang. Yakni memberi arahan pada calon pendemo lalu mengantar mereka ke bus untuk berangkat kampanye. Kompensasi itu berlaku hanya untuk hari itu saja. Untuk menghindari kesalahpahaman, katanya, dibuat kesepakatan awal dengan mereka.

Lantas berapa keuntungan yang didapat Ronald? Jangan ditanya, pastinya dia enggan memaparkannya. Ronald lebih suka membeberkan soal apa yang diterima “anak buah” dadakannya itu. Selain upah, para pendemo mendapat suvenir berupa kaos dan atribut lain seperti topi dan pin bergambar caleg.

“Itu juga kita bagi-bagikan. Semuanya sudah disiapkan user. Kita kan hanya mengkoordinir di lapangan saja,” pungkasnya.

 

(sumber : Rizka Diputra, http://www.okezone.com >> Sabtu, 11 Desember 2010, 07.07 WIB)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s