Kecil-Kecil Ko’ Berlaga Dewasa …

Posted: 11 Desember 2010 in Kabar Berita, Keluarga, Pendidikan, Wacana
Tag:, , ,

 

Berikan Perhatian Di Masa Pertumbuhan Buah Hati Anda

UMURNYA sih belum genap delapan tahun, tapi penampilannya kok sudah seperti tante-tante ya?”

Mengenakan pakaian serba mini lengkap dengan polesan lipstik yang tidak tipis.

Rambut hitam diikat dengan pita pink senada dengan warna sepatu hak tinggi yang juga berwarna pink. Wah gayanya kok seperti selebriti ya? Wajarkah?

Tampil Sesuai Usia

Fesyen memang salah satu ikon selebriti. Seperti Suri Cruise, putri pasangan Tom Cruise-Katie Holmes yang masih balita ini mengenakan sepatu berhak tinggi. Padahal, jelas-jelas sepatu hak tinggi tidak diperkenankan bagi anak-anak. Cobalah mencari sepatu sesuai dengan usia anak, bersol datar, misalnya. Pasalnya, anak-anak itu bergerak aktif. Ketika si kecil memakai sepatu hak tinggi, malah akan mendatangkan bahaya bagi si kecil.

Sebenarnya, sah-sah saja mengikuti gaya berpakaian tertentu. Hanya saja coba perhatikan, apakah gaya dandanan itu sesuai dengan usia anak atau tidak?” cetus Maria Herlina Limyati, M.Si, Psi.  

“Tua” Sebelum Waktunya!

Acapkali Mal merupakan salah satu tujuan mengusir kepenatan keluarga. Namun, tidak disadari Mal menyodorkan “kemewahan” di mata anak. Baik disengaja atau tidak, biasanya orangtua mendadani putri-putranya sedikit “berlebihan”.

Entah itu, si putri kecil memakai rok super mini. Atau si jagoan tampil trendi dengan kacamata hitamnya. Sepintas sih lucu, tapi kok tampil seperti orang dewasa, ya? Wah, ciri khas ala anak-anak hilang begitu saja.

“Percaya atau tidak, secara psikologis, anak akan ‘matang’ sebelum waktunya lho!,” terang Maria, M.Si, Psi.

Pengaruh Lingkungan

Biarpun anak sudah memiliki keinginan sendiri, namun tetap saja dorongan kuat itu berasal dari lingkungan sekitar, yakni keluarga dan teman sebayanya,” ujar Psikolog yang berpraktik di Metamorphe Psychological Services, Focus Independent School.

Tidak heran, bila ikon fashionista, Suri, pun dipengaruhi orangtuanya, aktor dan aktris papan atas Hollywood. Sebagai selebriti, tentu fesyen menjadi prioritas. Walau begitu, “Upayakan anak bukanlah ‘korban’ ambisi orangtua. Justru, arahkan mereka untuk berinteraksi dengan lingkungan yang wajar dan sesuai dengan usianya, ” tandas penulis blog (blogger) ini.

3 Do’S!

* Orangtua= Role Model!

Ya, apapun yang dilakukan orangtua, acapkali ditiru oleh anak. Umpamanya saja, orangtua berdandan ala selebriti, tentu menginspirasi anak untuk melakukan hal yang sama.

Sebaiknya, orangtua bersikap bijak dalam memilih fesyen atau benda yang dikenakan anak. Selain itu, orangtua tidak otoriter dalam menerapkan kebijakannya, namun tetap memberi kebebasan anak dalam menentukan pilihan yang sesuai, namun tetap sesuai dengan kesepakatan orangtua dan anak.

* Bijak Memilih Tren

Walau tren fesyen itu senantiasa berkembang, tetapi tidak berarti semuanya musti diikuti. Sesuaikanlah dengan kebutuhan anak. Contohnya, ketika menggunakan kosmetik. Jelaskan pada anak bahwa memang kosmetik itu mempercantik diri, namun bila digunakan secara berlebihan akan berdampak pada kesehatan kulitnya.

* Belajar Mengenai Nilai Uang

Untuk mendapat benda bermutu, tentu ada harga yang sepadan. Sama halnya, ketika dia menginginkan pakaian yang mahal, misalnya. Ajak anak melihat harga pakaiannya. Cobalah beri dia pengertian tidak semua keinginannya dapat diperoleh dengan gampang. Ajarkan bahwa bagaiman cara mendapatkan uang itu.

Lalu, ajarkan kepadanya untuk menabung sebelum membeli barang-adalah kesepakatan antara orangtua dan anak, apakah sesaui kebutuhan atau tidak-sesuai dengan keinginannya. Alhasil, anak pun menghargai miliknya.

3 Dont’S!

# Pakai Perhiasan Mencolok

Wah, kenapa mesti takut memakaikan Putri Cantik Anda dengan perhiasan di telinga, leher, jemari, tangan? Kan, tidak mungkin banyak copet. Wah, kalau itu jadi alasannya, kasihan si kecil.

Bayangkan bila si kecil berlarian di Mal, dan kalung atau cincinnya terjatuh. Wah, dia bukan enjoy bermain, malah sibuk mencari bling-bling-nya yang hilang. Kalaupun tidak masalah dengan apa yang hilang, bagaimana sekian tahun ke depan bila dia bebas menghamburkan uang, toh semuanya tidak masalah bagi Anda.

# Berdandan Wajah

Setelah melihat moms berdandan, seringkali begitu memesona si putri cilik Anda. Tidak heran, bila dia meminta moms mendandaninya. Itu sih boleh-boleh saja, toh hanya permainan untuk mengenalkan salah satu aktivitas perempuan. Namun, bila dibiasakan setiap kali keluar rumah, bisa-bisa si kecil tidak alami lagi alias pesona kepolosannya hilang dan tergantikan dengan sapuan make-up.

# Berpakaian ala Dewasa

Kini sedang tren berpakaian serba kedodoran plus bling-bling bergantungan di leher. Memang sih sedang ‘in’, namun bukan tren yang diperoleh, justru si kecil “tenggelam” dengan pakaiannya. Atau si putri cantik yang memakai hak tinggi. Ya, tidak terbayangkan betapa lelahnya dia menggunakan sepatu itu.

 

(sumber : Mom&Kiddie/nsa, http://www.okezone.com >> Sabtu, 11 Desember 2010, 14.40 WIB)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s