Cara Pintar Hadapi Kritikan Rekan Kerja

Posted: 11 Desember 2010 in Kabar Berita, Keluarga, Wacana
Tag:,

stress karena masalah di kantor

KITA sering memandang kritik sebagai sesuatu yang negatif. Padahal, kritik bisa disampaikan sebagai seni mengevaluasi atau menganalisa sebuah fenomena. Kritik dipandang sebagai cara untuk memperluas pemahaman dan sebagai alat untuk mencapai hasil positif. Jika disampaikan secara tepat, kritik bisa menjadi umpan balik yang konstruktif.

Kritik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Jika kita bisa memahami dan mengambil pelajaran, kritik dapat dijadikan alat pemberdayaan untuk berkomunikasi lebih terbuka dan memperbaiki banyak segi kehidupan kita. Salah satu alasan mengapa kita cenderung menolak kritik karena sebagian dari citra kita didasarkan pada pandangan orang lain terhadap diri kita. Kalau kita mengetahui bahwa orang lain memandang rendah maka kita menganggap harga diri kita jatuh.

Jangan sekali-kali menganggap kritik sebagai hal negatif dan tanda Anda gagal. Jangan pula menganggap kritik sebagai momok yang menakutkan. Jika demikian, terjadi penolakan terhadap diri sendiri dan kemampuan Anda. Anda pun tidak bisa bergerak maju. Anda harus belajar menerima kritik sebagai sarana untuk tumbuh dan berkembang. Karena itu, ubahlah cara pandang Anda terhadap kritik. Hadapi kritik dengan jiwa besar. Berikut adalah kiat jitu untuk menerima dan menyikapi kritik:

Objektif dalam menilai

Jika Anda memandang kritik secara personal, Anda akan merasa putus asa dan tidak nyaman dalam bekerja. Bersikaplah profesional dalam menghadapi kritik dengan introspeksi diri. Beberapa orang justru memandang kritik sebagai dorongan untuk mencapai keberhasilan.

Bersikap persuasif

Jika ada yang mengkritik soal langkah yang kita lakukan, sampaikan bahwa hal tersebut merupakan upaya kita mencapai sasaran dan bahwa kita siap menerima masukan dari rekan yang lebih berpengalaman. Daripada kita selalu defensif menghadapi kritikan, lakukan langkah lanjutan dengan bertanya mengenai saran yang bisa ia berikan. Misalnya, jika kita dikritik karena dianggap kurang mampu menghadapi perubahan, jawab dengan “Apa yang saya siapkan memang berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang saya pelajari selama ini”.

Jangan tunjukan reaksi kemarahan

Walaupun rekan kerja atau atasan mengkritik gagasan dan rencana Anda terus-menerus, jangan langsung menunjukkan reaksi kemarahan. Sebaiknya, mintalah saran dan pendapat kepada pengkritik. Cara ini membuat si pengkritik ikut berfikir dan merasa lebih dihargai. Kuncinya, tetap percaya diri dan jangan menyerah dalam mengemukakan gagasan.

Memahami potensi terbaik Anda

Jika Anda telah memeiliki sebuah posisi tertentu di kantor berarti Anda memiliki kemampuan dalam bidang tersebut. Walaupun Anda terus dikritik, anggaplah kritikan sebagai sebuah masukan positif untuk lebih menggali potensi Anda.

Bicarakan jika kritik tidak masuk akal

Kritikan yang terus-menerus Anda hadapi dan tidak masuk akal bisa menjadi sebuah bentuk bullyingatau penyiksaan psikis di kantor. Kondisi tersebut harus dihindari dan perlu mendapatkan perhatian serius. Bicarakan hal ini kepada si pengkritik, Anda pun bisa melibatkan pihak ketiga dalam menghadapi kondisi tersebut.

Dukungan rekan kerja

Bangun lingkungan kerja yang baik antar rekan kerja lainnya. Pertemanan yang sehat di kantor akan memberikan Anda dukungan psikologis saat dikritik. Bergaulah dengan orang-orang yang dapat menghargai pekerjaan Anda. Kuncinya, jangan biarkan kritik membuat Anda tidak percaya diri dan jangan biarkan orang lain mengintimidasi Anda. Hadapi situasi tersebut karena kritik merupakan bagian yang tak bisa terhindarkan dari kehidupan profesional.

 

(sumber : Genie, http://www.okezone.com >> Sabtu 11 Desember 2010, 15.51 WIB)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s