Wadaw … Guyonan Ala Suroboyo-an Rek !! Sejarah Kata “DANCUK”, “JANCUK”, wa..ha..ha.., Ada-ada aja ..!!

Posted: 12 Januari 2011 in Humoria, Pendidikan, Sejarah, Wacana
Tag:, , , , , ,

Iseng-iseng cari bahan postingan, eh ketemu yang nyleneh. Pake nyinggung-nyinggung asal kampung halaman lagi, wua…ha..ha… . Yaps, ni..ni.. kata yang paling buaaanyak di konsumsi masyarakat Jawa Timur-an khusus-e arek Suroboyoan, he..he.. (sebelumnya maaf kalo sebenare ga pantes dipostingin, tapi “SEKEDAR TAHU APA SALAHNYA?” ….

Kata “JANCUK” atau “DANCUK” sering dikonotasikan dengan hal yang negatif, sumpah serapah, makian, kata-kata kotor atau apalah. Tapi menurut saya pribadi semua kata tergantung CARA PENGUCAPAN atau aksen yang menggaris bawahinya. Dalam pengertiannya jika pengungkapannya dengan nada emosi, maka aksen atau penekannya pun berbeda jika diucapkan secara normal pembicaraan atau perkataan. Contoh sederhananya saja kata “Anjing”. Menurut arti harfiahnya kan nama binatang, tapi kalo pengucapannya dengan aksen marah maka lain lagi artinya, tow. he…he…

Kata jancok sangat terkenal di Jawa timur, Apa sih artinya? Bagaimana sejarah munculnya kata yang oleh sebagian orang dianggap jorok dan tak pantas diucapkan tersebut? Jancok atau dancok adalah sebuah kata khas Surabaya yang telah meluas ke seanteroIndonesia. Warga Jawa Timur seperti Surabaya, Malang dll turut andil dalam penyebaran kata ini.

Jancok berasal dari kata ‘encuk’ yang memiliki padanan kata bersetubuh atau fuck dalam bahasa Inggris. Berasal dari frase ‘di-encuk’ menjadi ‘diancok’ lalu ‘dancok’ hinggaa akhirnya menjadi kata ‘jancok’.

Ada banyak varian kata jancok, semisal jancuk, dancuk, dancok, damput, dampot, diancuk, diamput, diampot, diancok, mbokne ancuk (=motherfucker), jangkrik, jambu, jancik, hancurit, hancik, hancuk, hancok, dll. Kata jangkrik, jambu adalah salah satu contoh bentuk kata yang lebih halus dari kata jancok.

Makna asli kata tersebut sesuai dengan asal katanya yakni ‘encuk’ lebih mengarah ke kata kotor bila kita melihatnya secara umum. Normalnya, kata tersebut dipakai untuk menjadi kata umpatan padaa saat emosi meledak, marah atau untuk membenci dan mengumpat seseorang. Namun, sejalan dengan perkembangan pemakaian kata tersebut, makna kata jancok dan kawan-kawannya meluas hingga menjadi kata simbol keakraban dan persahabatan khas (sebagian) arek-arek Suroboyo.

Kata-kata ini bila digunakan dalam situasi  penuh keakraban, akan menjadi pengganti kata panggil atau kata ganti orang. Misalnya, “Yoopo kabarmu, cuk (Bagaimana kabarmu, cuk ?)”, “Jancok sik urip ae koen, cuk? (Jancuk, masih hidup aja situ)”. Serta orang yang diajak bicara tersebut seharusnya tidak marah, karena percakapan tersebut diselingi dengan canda tawa penuh keakraban dan berjabat tangan dong… Hehehehe….

Kata jancok juga bisa menjadi kata penegasan keheranan atau komentar terhadap satu hal. Misalnya “Jancok! Ayune arek wedok iku, cuk! (Jancuk! Cantik banget cewek itu)”, “Jancuk ayune, rek (Jancuk, cantik banget)!”, “Jancuk eleke, rek (Jancuk, jelek banget)”, dll. Kalimat tersebut cocok dipakai bila melihat sesosok wanita cantik yang tiba-tiba melintas dihadapan.

Akhiran ‘cok’ atau ‘cuk’ bisa menjadi kata seru dan kata sambung bila penuturnya kerap menggunakan kata jancok dalam kehidupan sehari-hari. “Wis mangan tah cuk. Iyo cuk, aku kaet wingi lak durung mangan yo cuk. Luwe cuk. (Sudah makan to, Cuk ? Iya Cuk, saya dari kemarin belum makan, ya Cuk. Laper”. Atau “Jancuk, maine Arsenal mambengi uelek cuk. Pemaine kartu merah siji cuk.(Jancuk, mainnya Arsenal semalam jelek banget”

Dan memang, kata ini sangat enak diucapkan, sampai sudah menjadi tradisi yang kadang kala menggelontor begitu saja sebagai tanda keakraban saja. Demikian dengan tidak bermaksud memberikan ajaran atau pendidikan yang jelek kepada Anda semua, lagi-lagi semua postingan di serbaragam ini hanyalah sebagai wacana yang syukur menjadi harapan penulis dapat menambah wawasan kita semua, khususnya saya pribadi dan umumnya semua pembaca blog ini.

 

( sumber : blog-sejarah.blogspot.com/2010/12/sejarah-kata-jancuk.html >> Rabu, 12 Januari 2011, 12.17 WIB )

Komentar
  1. hamdani mengatakan:

    Djiancok..Iso2 ae sampean mas..mas..!! wkwkwkw

  2. raafi mengatakan:

    Diampuut!!!artikele apik cuk!
    salam dari Australia

  3. ABD mengatakan:

    JIANCOOK, . . . . TANGAN KARO LAMBENE EJEG KREATIP E. . . . . . KAPAN COK GAE SENG NYELNEH MANEH. . . . . KABARONO AKU COK. . . . . . OKEY.

  4. Sastro pawiro mengatakan:

    Tak akui kt dancux iv emang plng enak diucap n didngar..so aq jg arek jatim ngawi,anakq yg bru umur 4 thn jg tak ajarin itu aq pkir unik aja,dri pd blng apa loe mending blng dancux.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s